Kesuksesan yang Penuh Rintangan
Kesuksesan
yang Penuh Rintangan
11 Juli 2010....hari itu akhirnya
datang juga hari dimana kami akan memulai kehidupan baru kami di asrama dan
hari dimana kami akan menemukan jatidiri kami.
Pondok Pesantren AZ-Zahrah, ya itu
adalah tempat yang akan kami tinggali selama tiga tahun untuk mencari ilmu. Dan
di tempat ini juga kami mulai mengenal satu sama lain,tem pat dimana kami
menjadi satu keluarga, dan tentunya tempat dimana Third Generation tebentuk.
Hari senin pun tiba, kami pun mulai
bersiap-siap untuk berangkat sekolah, ya hari ini adlah hari pertama kami masuk
sekolah. Kami memulai hari dengan penuh semangat dan dengan penuh harapan. Kami
ingin selepas kami lulus dari sekolah nanti kami bisa menjadi orang yang
sukses.
Mungkin di minggu-minggu pertama kami
masuk ke asrama kami masih belum bisa melupakan suasan rumah, dan selalu
teringat dengan keluarga yang ada di rumah. Dan banyak dari beberapa kami yang
menangis, jatuh sakit karena belum krasan. Dan banyak kejadian- kejadian lucu
padaminggu-minggu pertama ini. Seperti ada yang ngelindur sambil mengejar
temannnya,ada yang nangis sambil ditunggui ibunya di kelas,ada yang suka
menyendiri, ada yang selalu dibawakan air dari rumah karena takut anaknya sakit
dan masih banyak lagi. Dan tentunya hal-hal seperti inilah yang akan kami ingat
setelah kami lulus nanti dan menjadi kenangan indah.
Di kelas VII ini kami mulai mengenal
apa arti sahabat dan apa gunanya punya sahabat. Ya sahabat akan menjadi sesosok
penghibur di saat kita sedih. Menjadi penyemangat saat kita jatuh.
Hari demi hari,bulan demi bulan telah
kami lewati, dan tidak terasa kami telah menjadi kelas VIII. Disinilah kebersamaan
kita mulai terjalin. Kami tidak lagi Mengenal lagi perbedaan kelas, bagi kami semua sama dan
bagi kami semua adalah keluarga. Akan tetapi di tahun inilah kami mulai
mendapat beberapa masalah yang cukup membebani kami. Kami sering dibandingkan
dengan kakak-kakak kelas kami. Banyak yang mengatakan bahwasanya kakak kelas
kami jauh lebih pintar daripada kami,mereka juga lebih baik perilakunya
daripada kami, ada juga yang bilang kami adalah generasi yang hilang. Kami
sempat minder dengan apa yang telah mereka katakan. Dan kami pun merasa
bahwasannya generasi kami memang generasi yang paling buruk. Jadi kami sempat
cuek dengan apa yang orang-orang katakan tentang kami, kami pun sering
melanggar peraturan dan sering nakal. Karena beberapa dari kami berfikiran
“kalau sudah rusak ya sekalian rusak”. Akan tetapi kami sadar bahwasannya hal
itu tidak menyelesaikan masalah, jadi kami sedikit demi sedikit mulai sadar dan
berbenah untuk menjadi lebih baik.
Dan tak terasa waktu berlalu begitu
cepat, kami pun sudah menjadi kelas IX. Dan masih banyak yang meragukan
bahwasannya generasi kami akan lulus dengan nilai yang memuaskan. Akan tetapi
hal itutidak membuat kami down justru ha itu-lah yang membuat kami termotivasi
untuk membuktikan bahwa yang orang-orang katakan itu salah. Kami pun berusaha
belajar dengan sungguh-sungguh. Tujuan kami adalah kami bisa lulus Un dengan
nilai yang terbaik dan dapat masuk ke sekolah favorit.
UN pun datang, siap tidak siap kami
harus menghadapinya, karena inilah saatnya untuk membuktikan generasi kami
adalah generasi yang tebaik. 4 hari pun berlalu, dan alhamdulillah kami dapat
melewatinya dengan lancar. Kami tinggl berdoa dan bertawakal kepada Allh SWT,
sambil menunggu pengumuman. Dan sendari kami menunggu pengumuman , kami
mendapat berita yang menggembirakan 6 orang dari kami diterima di MAN IC,
sekolah favorit yang paling dituju di
sekolah kami. Kami merasa sangat senang. Kami juga merasa puas, akhirnya kami
dapat membuktikan bahwasannya generasi kami tidak seburuk yang orang-orang fikirkan.
Acara perpisahan pun tiba, acara
dimana perasaan kami menjadi campur aduk antara senang sedih, dan
deg-degan.senang karena akhirnya kami dapat menyelesaikan masa MTS kami, sedih
karena kami tahu acara ini mungkin detik-detik terakhir kami bisa berkumpul dan
tertawa bersama, dan deg-degan karena kami masih menunggu hasil UN kami. Kami
pun melalui acara ini dengan suka duka. Dan acara pun ini berjalan dengan
lancar dan acaranya pun sangat menghibur. Dan kami berharap acara ini bukanlah
akhir dari cerita persahabatan kami. Dan kami berharap cerita persahabatan kami
terus berlanjut sampai maut menjemput.
Dan hasil UN pun telah keluar, kami
sudah tak sabar untuk melihat hasilnya. Dan alhamdulillah kami lulus 100%
dengan nilai yang cukup memuaskan. Kami puas dan merasa sangat senang sekali.
Satu persatu dari kami pun mulai
mengemasi barang-barangnya. Itu pertanda bahwasannya kami akan mulai berpisah
tempat. Kami harus menerima kenyataan ini, benar kata pepatah bahwasannya
setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Dan kini hal itu telah terjadi. Tetapi
kami menganggap perpisahan ini bukanlah pertemuan terakhir kami akan tetapi ini
hanyalah perpisahan tempat kami. dan hati dan raga kami tetaplah satu yaitu
THIRD GENERATION.
Kawan mungkin kita memang sudah tidak
bisa lagi tinggal bersama-sama, mungkin kita akan jarang lagi untuk tertawa,
menangis, bersama. Tapi ingat kawan kita pernah tinggal satu atap selam tiga
tahun. Kita juga sudah membina kebersamaan ini dengan baik. Saya berharap
kebersamaan dan kekeluargaan ini selalu
terjaga. Jadi tanamkan dalam hati kecil kalian bahwa kita adalah keluarga, dan
kita tetap menjadi satu tubuh yaitu Third Generation.
Dan saya juga berharap bahwa
kesibukan kalian selama di sekolah tidak membuat kebersamaan kita berkurang.
Saya tahu kalian semua sibuk dengan urusan kalian masing2, tapi apalah beratnya
menulis sepenggal cerita untuk menghibur satu sama lain. Lagian ini juga untuk
menjaga jebersamaan kita kan?maaf jikalau perkataan saya menyinggung kalian,
tapi ini demi kekompakan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar